<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gayahidupsehat.org &#187; tangisan</title>
	<atom:link href="http://gayahidupsehat.org/tag/tangisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gayahidupsehat.org</link>
	<description>Informasi Seputar Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 06:37:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Membaca Bahasa Tubuh Bayi</title>
		<link>http://gayahidupsehat.org/membaca-bahasa-tubuh-bayi/</link>
		<comments>http://gayahidupsehat.org/membaca-bahasa-tubuh-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 12:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[arti bahasa tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa tubuh bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tangis]]></category>
		<category><![CDATA[tangis bayi]]></category>
		<category><![CDATA[tangisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gayahidupsehat.org/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[ Setelah sebelumnya membahas tentang arti tangisan bayi, ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memahami apa yang sedang dialami oleh si kecil, yaitu bahasa tubuh bayi, antara lain:
1. Kening
Bila bayi mengerutkan dahinya sehingga muncul garis-garis kerut vertikal di kening atau seputar matanya, artinya ia sedang merasa sakit atau kesakitan. Apabila rasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="nofollow" target="_blank" class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="bayi menangis 2" href="http://www.flickr.com/photos/taufikrizal/4089563126/"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2545/4089563126_cb930076bc.jpg" alt="bayi menangis 2" width="304" height="202" /></a> Setelah sebelumnya membahas tentang arti tangisan bayi, ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memahami apa yang sedang dialami oleh si kecil, yaitu<strong> bahasa tubuh bayi</strong>, antara lain:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Kening</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bila bayi mengerutkan dahinya sehingga muncul garis-garis kerut vertikal di kening atau seputar matanya, artinya ia sedang merasa sakit atau kesakitan. Apabila rasa sakitnya parah, kerutan di dahinyapun tampak lebih dalam dan kulitnya tampak keabu-abuan.<span id="more-322"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Mata</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kesakitan atau sakit, mata bayi kemungkinan akan tertutup sebagian. Di sekitar mata pun akan tampak banyak kerutan. Ini juga tergantung kadar sakitnya. Jika sakitnya luar biasa, matanya akan tertutup rapat kendati ia tidak sedang tidur. Maksudnya adalah untuk menghalangi dunia di luar dirinya. Upaya untuk menutup mata, membuat kelopak matanya berkedip-kedip.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Mulut</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Garis kerutan tajam di sekitar mulut dibarengi bibir yang terkatup rapat adalah pertanda rasa sakit yang tengah dialami si kecil. Apabila sakitnya luar biasa, mulutnya akan terbuka secara tidak wajar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Lengan dan Kaki</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat merasa tak nyaman, bayi akan mengendurkan anggota badannya, kemudian mengencangkannya. Namun bila sakitnya berlebihan, lengan dan kakinya akan tampak lebih kaku. Bayi juga akan menarik kedua lututnya ke arah tubuh. Bila sakitnya bertambah parah, tubuhnya akan tampak tegang, lutut lurus, dan kedua lengannya didekatkan pada tubuh, namun kaku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Jari Tangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tangan bayi akan menutup atau mengepal dengan kuat bila ia merasa tak nyaman. Namun bila rasa sakitnya lebih parah, dengan serta merta jari-jarinya akan terbuka lebar-lebar dan kaku. Bila sakitnya luar biasa, jari-jemarinya akan mengepal dengan jempol di dalam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Jari Kaki</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sakitnya sedikit, bayi akan menekuk jar-jari kakinya dengan kencang. Namun bila sakitnya lebih parah, kakinya akan kaku dan mengarah kebawah. Jika sakitnya luar biasa, jempolnya akan tertarik keluar menjauh dari jari-jarinya.</p>
<img src="http://gayahidupsehat.org/?ak_action=api_record_view&id=322&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gayahidupsehat.org/membaca-bahasa-tubuh-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Tangisan Bayi</title>
		<link>http://gayahidupsehat.org/arti-tangisan-bayi/</link>
		<comments>http://gayahidupsehat.org/arti-tangisan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 21:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi menangis]]></category>
		<category><![CDATA[capek]]></category>
		<category><![CDATA[lapar]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tangisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gayahidupsehat.org/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[ Bayi anda menangis? Tentu merupakan hal yang lumrah, karena bayi belum bisa berbicara dan hanya bisa menangis. Akan tetapi kondisi bayi menangis ini terkadang menimbulkan kepanikan tersendiri bagi orang tua, terutama bagi orang tua yang baru mempunyai anak untuk pertama kalinya. Anak saya ini menangis minta apa sih? Pertanyaan itu pasti muncul dalam benak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="nofollow" target="_blank" class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="tangisan bayi" href="http://www.flickr.com/photos/taufikrizal/4081394770/"><img class="alignleft" src="http://farm3.static.flickr.com/2568/4081394770_de5fe99579.jpg" alt="tangisan bayi" width="306" height="205" /></a> Bayi anda menangis? Tentu merupakan hal yang lumrah, karena bayi belum bisa berbicara dan hanya bisa menangis. Akan tetapi kondisi <strong>bayi menangis</strong> ini terkadang menimbulkan kepanikan tersendiri bagi orang tua, terutama bagi orang tua yang baru mempunyai anak untuk pertama kalinya. Anak saya ini menangis minta apa sih? Pertanyaan itu pasti muncul dalam benak orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepintas tangisan bayi terlihat dan terdengar sama saja setiap saat, padahal tiap bunyi tangisan dan gayanya bisa memberikan pesan yang berbeda-beda. Dengan mengenali bunyi atau gaya tangisan bayi akan mempermudah bagi orang tua memahami apa yang menjadi keinginan si bayi.<span id="more-308"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa arti tangisan si bayi:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Lapar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rasa lapar dan sakit biasanya membuat bayi resah. Yang pasti rasa lapar akan membuat bayi menangis. Bahkan bayi yang baru lahir yang baru disusuipun, bisa langsung merasa lapar karena perutnya masih terlalu kecil untuk memuat susu dalam jumlah yang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Capek</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bayi yang baru lahir hanya bergerak dalam ruang yang terbatas dan hanya bisa menikmati hiburan atau bermain dalam kadar kecil sehingga si bayi perlu sering-sering beristirahat. Perut kembung, popok basah, haus, dingin, gerah, dan rasa bosan juga bisa membuat bayi menangis. Sementara pada bayi yang lain akan spontan menangis karena kaget mndengar suara keras atau sinar yang terlalu terang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Trauma</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tangisan bayi bisa juga terjadi karena lehernya tegang atau tulang tengkoraknya salah posisi. Kondisi seperti ini bisa terjadi ketika bayi dalam proses kelahirannya. Ini juga terjadi pada bayi yang dilahirkan tanpa bantuan tang atau sang ibu terpaksa dibius total. Bayi dengan proses kelahiran seperti ini cenderung lebih banyak menangis di awal kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Kolik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bayi bisa juga menangis apabila dia mengeluarkan/memuntahkan asam perutnya. Bisa karena saluran makanan (oesophagus) yang belum sempurna atau karena terlalu lama tidurnya. Karena rasa sakit yang dideritanya, bayi tidak bisa minum banyak, akibatnya ia tidak bisa tidur dengan pulas dan kemudian sering menangis karena rasa lapar. Namun ketika minum lagi ia akan merasa kesakitan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghadapi bayi seperti ini, upayakan bayi bisa bersendawa setiap kali habis minum. Dan juga jaga supaya posisi tubuhnya tetap tegak (letakkan kepalanya pada bahu, sangga tengkuknya dengan salah satu tangan). Biasanya selewat usia 3 bulan kondisinya akan membaik karena saluran makanannya sudah semakin kuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Ingat Rasa Sakit</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada bayi yang tampaknya menangis lebih keras pada saat ia kesakitan (misalnya saat ini mendapatkan suntikan imunisasi). Penyebabnya bukan saja lantaran suntikan memang menyakitkan, tetapi sekaligus karena ia teringat dengan rasa sakit yang sama yang pernah ia alami sebelumnya.</p>
<img src="http://gayahidupsehat.org/?ak_action=api_record_view&id=308&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gayahidupsehat.org/arti-tangisan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
